Gas Alam

Lonjakan Harga Gas Alam dan Perak Dorong Gejolak Pasar Komoditas Global

Lonjakan Harga Gas Alam dan Perak Dorong Gejolak Pasar Komoditas Global
Lonjakan Harga Gas Alam dan Perak Dorong Gejolak Pasar Komoditas Global

JAKARTA - Pasar bahan baku global menutup pekan perdagangan yang bergejolak dengan tren pertumbuhan signifikan pada banyak komoditas utama. Bursa Komoditas Vietnam (MXV) mencatat kenaikan harga yang kuat, terutama di sektor energi dan logam mulia, akibat faktor cuaca ekstrem dan ketidakstabilan geopolitik.

Harga gas alam melonjak tajam dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Kontrak berjangka gas alam Februari 2026 di NYMEX naik lebih dari 70% menjadi $5,28/MMBtu, sementara harga di Eropa meningkat sekitar 40% dalam waktu singkat.

Kenaikan ini terjadi meski persediaan aktual di Amerika Serikat tetap 6% lebih tinggi dari rata-rata lima tahun, menurut data Badan Informasi Energi AS (EIA). Artinya, lonjakan harga lebih dipicu oleh kekhawatiran risiko jangka pendek daripada kelangkaan fisik pasokan.

Gelombang dingin ekstrem dari Arktik yang melanda wilayah selatan AS memicu kenaikan indeks Pengalihan Permintaan Pemanasan (HDD) hingga 581 poin. Kondisi ini menyebabkan pembekuan peralatan dan gangguan produksi, menimbulkan tekanan pada rantai pasokan LNG global.

Inggris dan Uni Eropa sangat bergantung pada impor LNG dari AS, mencapai hampir 60% kebutuhan mereka. Kekhawatiran gangguan pasokan jangka pendek menjadi pendorong utama kenaikan harga gas alam di pasar internasional.

Selain faktor cuaca, isu tarif dan ketegangan geopolitik di Greenland turut menekan sentimen pasar. Namun, Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan pasokan LNG global akan meningkat lebih dari 7% pada tahun 2026, sehingga pasar berpotensi kembali seimbang dalam jangka menengah.

Investor jangka panjang tetap optimistis meski ada lonjakan harga mendadak. Proyek-proyek baru di Amerika Utara diharapkan mendukung stabilisasi pasokan, menurunkan volatilitas harga gas alam ke depan.

Harga Perak Capai Level Historis di Pasar Global

Pasar logam mulia mencatat tonggak bersejarah ketika harga perak di COMEX menembus $100 per ons untuk pertama kalinya. Pada penutupan pekan perdagangan 23 Januari 2026, harga perak berada di $101,33 per ons, meningkat 14,5% hanya dalam lima hari.

Lonjakan ini menandai kenaikan berturut-turut selama tiga minggu, menjadikan perak sebagai komoditas dengan performa terbaik yang terdaftar di MXV. Para investor semakin tertarik pada perak karena dianggap sebagai aset aman dalam kondisi ketidakpastian global.

Permintaan aset safe haven meningkat akibat ketegangan geopolitik dan isu tarif, sehingga modal mengalir dari emas ke perak. Faktor lain adalah pelemahan Dolar AS, yang indeksnya turun ke 97,6 poin, level terendah sejak September 2025, mendorong harga komoditas berbasis dolar.

Selain itu, permintaan industri untuk perak terus meningkat. Sektor sel surya, kendaraan listrik, dan infrastruktur AI diproyeksikan mencatat permintaan tertinggi pada 2026, sementara persediaan di COMEX terus menurun.

Meski beberapa dana besar menurunkan posisi beli bersih menjadi 9.946 kontrak, MXV menilai ini hanyalah langkah hati-hati investor. Level $100/ons diperkirakan akan bertransformasi dari zona resistensi menjadi zona dukungan psikologis yang kuat.

Kenaikan harga perak global segera tercermin di pasar domestik Vietnam. Fluktuasi dari COMEX memengaruhi daftar harga ritel perak dalam negeri secara cepat karena sebagian besar pasokan bergantung pada impor.

Dampak Fluktuasi Perak dan Gas Alam Terhadap Pasar Domestik

Di Vietnam, harga perak 999 kini diperdagangkan sekitar 3,315 hingga 3,350 juta VND per tael, naik lebih dari 14% dibandingkan minggu sebelumnya. Lonjakan ini memengaruhi harga batangan perak investasi, yang berkisar antara 3,495 hingga 4,002 juta VND per tael.

Perusahaan ritel menyesuaikan harga dengan cepat mengikuti pergerakan COMEX. Ketergantungan pada impor membuat fluktuasi global langsung terasa di pasar lokal, sehingga investor dan konsumen harus memantau harga secara aktif.

Pasar gas alam global yang bergejolak juga memberi sinyal peringatan bagi sektor energi domestik. Lonjakan harga mendadak menekankan pentingnya strategi manajemen risiko dan pasokan jangka pendek.

Peningkatan permintaan dan ketidakpastian pasokan menggarisbawahi volatilitas pasar komoditas. Investor di sektor energi maupun logam mulia disarankan tetap waspada dan mempertimbangkan faktor eksternal yang dapat memengaruhi harga.

Secara keseluruhan, pekan perdagangan terakhir menunjukkan bagaimana faktor cuaca ekstrem, ketegangan geopolitik, dan kondisi pasar global dapat memicu lonjakan harga mendadak. Investor dan pelaku pasar di seluruh dunia perlu menyesuaikan strategi untuk menghadapi risiko volatilitas yang tinggi.

Kenaikan harga gas alam dan perak menegaskan bahwa pasar komoditas tetap sensitif terhadap berita dan sentimen global. Baik pasar internasional maupun domestik dipengaruhi oleh dinamika yang cepat, menuntut kewaspadaan tinggi dari semua pihak yang terlibat.

Dengan tren kenaikan ini, perak dan gas alam menjadi komoditas utama yang menarik perhatian investor. Pasar akan terus memantau perkembangan produksi, rantai pasokan, dan faktor geopolitik untuk memprediksi pergerakan harga di bulan-bulan mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index